
Teori Sosiologi Kritis dan Postmodern
Mata Kuliah ini memberikan pemahaman tentang teori
sosiologi kritis dan postmodern serta didahului teori sosiologi modern yang
muncul sebelumnya. Teori sosiologi Kritis dan post modern muncul
sebagai kritik muncul sebagai kritik dan pengembangan dari teori-teori
marx dan teori klasik, sementara teori postmodern muncul dalam diskursus
ketidak percayaan pada grand theory. Mata kuliah ini memberikan pengetahuan
mahasiswa terkait sejarah teori modern, kritis dan postmodern serta para
sosiolog pada masing-masing periode. Mata Kuliah ini juga memberikan pengetahuan dan pemahaman pada mahasiswa bagaimana
menganalisa perkembangan manusia, masyarakat dan peradabannya dari
berbagai perspektif teori, baik yang menggunakan teori modern (Harold Garfinkel, C. Wright Mills, dan
Alfred Schutz), yang menggunakan teori kritis seperti Max Horkheimer, Theodor W. Adorno,
Herbert Marcuse dan Jürgen Habermas, sampai yang menggunakan teori postmodern
seperti Jean-François Lyotard, Jean Baudrillard, Michel Foucault, Zygmunt
Bauman, Pierre Bourdieu dan Judith Butler. Dalam perkuliahan ini mahasiswa juga
diharapkan mampu menganalisa perkembangan masyarakat menggunakan instrument analisa dari teori-teori sosiologi modern,
kritis dan postmodern serta mengintegrasikan dengan pendekatan moderasi
beragama. Selain itu Mahasiswa
juga diharapkan mampu secara
mandiri dan bertanggungjawab mengidentifikasi tema-tema penelitian sosial keberagamaan dan multikultural yang linier
dengan menggunakan dasar teori sosiologi modern, kritis dan postmodern