Matakuliah Industri Periklanan ini menekankan kepada kreatifitas mahasiswa dalam melakukan kegiatan periklanan. Dimulai dari pembahasan teori dan ruanglingkup, menjelaskan berbagai jenis periklanan, etika sampai kepada proses pembuatan iklan yang dilakukan beberapa perusahaan periklanan.

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para mahasiswa agar memiliki dan memahami prinsip metode penelitian kuantitatif dan dapat menerapkan dalam penelitian empiris, mulai dari menemukan gejala-gejala atau masalah, melakukan perumusan masalah, melakukan kajian teoritis, menyusun instrumen penelitian dan melakukan analisis data secara kuantitatif. Dengan begitu diharapkan mata kuliah ini mampu dipahami mahasiswa dalam kaitannya dengan kajian penelitian dan pendidikan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.


Sinematografi merupakan ilmu terapan yang secara khusus membahas teknik-teknik dalam menangkap gambar dan menggabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar. Rangkaian gambar ini akan menjadi sebuah cerita yang memiliki makna pada penontonnya (audiens). Film sebagai salah satu medium komunikasi diyakini mampu mengkonstruksi makna tersirat, yang dapat dipahami apabila ditinjau secara kritis menggunakan berbagai metode analisis tekstual dan visual. Oleh karena itu, mata kuliah ini tidak hanya membahas secara teknis proses produksi sebuah film, tetapi juga membahas film sebagai sebuah konten, yang menjadi ruang "pertarungan ideologi".

Dewasa ini, statistik banyak digunakan dalam berbagai bidang penelitian pada bidang biologi, ekonomi, pertanian, psikologi, pendidikan dan lain-lain. Dalam hal ini, statistik dijadikan sebagai landasan dari kegiatan-kegiatan penelitian ilmiah. Setiap penelitian berhadapan dengan data yang berbentuk angka-angka, maka statistik merupakan sarana yang efektif guna pemecahan masalahnya. 

Dengan kata lain, statistik dapat digunakan sebagai alat menganalisa data, bila data-data yang dikumpulkan dapat dinyatakan dengan angka atau bilangan. Angka-angka itu diperoleh dari hasil perhitungan atau pengukuran pada saat pengumpulan data. Karena itu, jenis-jenis penelitian yang dalam pengumpulan datanya tidak terdapat proses perhitungan atau pengukuran; seperti penelitian arsip, studi kasus, penelitian dengan menggunakan wawancara tidak berstruktur dan lain-lain, statistik tidak dapat digunakan.

Sejauh mana statistik dapat digunakan dalam penelitian ilmiah, mungkin berbeda antara satu penelitian dengan penelitian lainnya. Namun, secara umum statistik bukan hanya berfungsi sebagai sarana mengembangkan cara-cara berfikir logis, bahkan merupakan suatu jalan berfikir dan satu bahasa untuk berfikir secara, dari mulai tahap perencanaan sampai pada tahap pengambilan kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan mantap.

Pada tahap perencanaan penelitian, biasanya peneliti sudah menetapkan teknik analisa yang digunakan. Bila peneliti memilih statistik sebagai alat bantu dalam penelitiannya, berarti peneliti sudah harus mempelajari teknik-teknik statistik yang akan digunakan. Pada tahap ini, statistik mempengaruhi jalan pikiran peneliti, dan sekaligus membantu peneliti dalam menyusun perencanaan penelitian yang baik.

Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa statistik dapat digunakan dalam penelitian ilmiah, apabila data yang dihadapi merupakan data kuantitatif. Karena itu, teknik pengumpulan data yang digunakan harus memungkinkan diperolehnya data yang berbentuk angka (kuantitatif) baik yang diperoleh dengan jalan menghitung maupun mengukur. Dalam hal ini, statistik mengarahkan teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan. 

Dengan bantuan statistik diharapkan terkumpulnya data yang memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik. Pada tahap berikutnya, statistik berfungsi menerangkan gejala-gejala yang ditemukan. Statistik mempersiapkan tata cara yang teratur dan ringkas untuk menerangkan suatu gejala, keadaan atau suatu peristiwa, sehingga dapat ditarik suatu pengertian atau makna tertentu. Matematika dan statistik adalah bentuk bahasa yang deskriptif yang berisi simbol-simbol verbal yang dapat digunakan secara lebih efisien kalau dibandingkan dengan bahasa verbal.

Kebanyakan penelitian ilmiah, dilakukan hanya terhadap sampel untuk mengambil kesimpulan yang berlaku kepada populasinya. Karena tidak pernah persis sama dengan populasinya, maka kesalahan dalam pengambilan kesimpulan (generalization errors) adalah suatu hal yang tidak mungkin dapat dihindarkan. Jadi, kesimpulan yang diperoleh dengan menggunakan statistik, bukan kesimpulan yang mutlak benar. Hanya saja, karena statistik dapat melakukan generalisasi dengan tata cara yang dapat memperhitungkan besar kecilnya kesalahan generalisasi, maka penggunaan dalam masalah ini sangat diperlukan.